Sertifikasi HRD Nasional membuktikan kompetensi sesuai standar

Join Sertifikasi HRD Nasional Guna Dapat Sertifikat BNSP Resmi

Profesi Human Resources (HR) saat ini memegang peran yang semakin strategis dalam sebuah perusahaan. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen, HR juga berperan dalam pengembangan kompetensi karyawan, pengelolaan kinerja, hingga mendukung pencapaian tujuan bisnis. 

Besarnya tanggung jawab tersebut membuat perusahaan tidak hanya membutuhkan profesional HR yang berpengalaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan secara objektif.

Salah satu cara menunjukkan kompetensi tersebut adalah mengikuti Sertifikasi HRD Nasional. Melalui program Sertifikasi Human Resources, peserta akan mengikuti rangkaian asesmen sesuai standar kompetensi yang telah ditetapkan hingga berhak memperoleh Sertifikat BNSP apabila dinyatakan kompeten. 

Pengakuan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi HR karena tidak hanya menunjukkan kompetensi yang dimiliki sudah berstandar nasional, tetapi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan perusahaan terhadap kemampuan yang dimiliki.

Namun, sebelum mengikuti sertifikasi, penting untuk mengetahui beberapa hal mendasar agar program yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari mengapa perlu memiliki sertifikat kompetensi, apa dasar hukumnya, siapa saja yang membutuhkannya, berapa lama masa berlaku sertifikasi, hingga bagaimana cara memilih program yang tepat. Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Dasar Hukum Sertifikasi BNSP

Penting bagi pekerja di masa kini, terutama bagi HR, untuk memiliki sertifikat kompetensi. Bahkan, sudah banyak perusahaan yang menjadikan sertifikat tersebut sebagai salah satu persyaratan. Namun, sebelum mengikuti Sertifikasi HRD Nasional, calon peserta perlu memahami bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar pelatihan atau pemberian sertifikat biasa. Sertifikasi ini memiliki dasar hukum yang jelas sehingga diakui sebagai bukti kompetensi kerja secara nasional.

Penyelenggaraan sertifikasi juga didukung oleh sejumlah regulasi. Salah satu dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi. Ketentuan tersebut juga diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 yang mengatur tugas dan kewenangan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja. Selain itu, setiap skema sertifikasi juga mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Bagi pekerja di bidang manajemen SDM seperti HRD, terdapat ketentuan dalam Kepmenaker Nomor 115 Tahun 2022 yang mengatur standar kompetensi kerja. Dalam regulasi ini, terdapat kewajiban bagi pekerja bidang MSDM untuk sertifikasi. Aturan tersebut bertujuan memastikan tersedianya tenaga kerja yang kompeten, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di perusahaan.

Siapa yang Membutuhkan Sertifikat BNSP

Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang kompeten, sertifikasi juga menjadi nilai tambah bagi berbagai kalangan. Tidak hanya bagi mereka yang telah lama berkecimpung di bidang Human Resources (HR), tetapi juga bagi mereka yang ingin membangun maupun mengembangkan karir di bidang pengelolaan sumber daya manusia. Berikut beberapa orang yang dapat memperoleh manfaat dari program sertifikasi kompetensi HR.

a. Fresh Graduate

Bagi fresh graduate, memasuki dunia kerja sering kali menjadi tantangan karena minimnya pengalaman profesional. Dalam situasi tersebut, memiliki sertifikat BNSP dapat menjadi salah satu nilai tambah yang membedakan kandidat dengan pelamar lainnya.

Melalui Sertifikasi Human Resources, lulusan baru dapat menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kompetensi sesuai standar yang berlaku di dunia kerja. Hal ini memberikan kepercayaan lebih kepada perusahaan karena kemampuan peserta telah melalui proses asesmen kompetensi yang objektif. Selain meningkatkan daya saing saat melamar pekerjaan, sertifikasi juga membantu fresh graduate memahami praktik kerja HR secara lebih terstruktur.

b. Profesional HR

Bagi profesional di bidang MSDM, pengalaman kerja memang merupakan modal penting, tetapi sertifikasi dapat menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut telah memenuhi standar kompetensi nasional. Dengan mengikuti Sertifikasi HRD Nasional, profesional HR dapat meningkatkan kredibilitas, memperkuat portofolio, sekaligus membuka peluang memperoleh tanggung jawab maupun jenjang karir yang lebih tinggi. Selain itu, sertifikasi juga membantu memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki tetap relevan dengan perkembangan praktik Human Resources dan kebutuhan industri saat ini.

c. Supervisor, Manajer, dan Praktisi SDM Lainnya

Supervisor, manager, maupun berbagai praktisi SDM lainnya yang memiliki peran besar dalam pengelolaan sumber daya manusia juga relevan dengan sertifikasi ini. Karena pada level ini, pengambilan keputusan terkait rekrutmen, pengembangan talenta, manajemen kinerja, hingga perencanaan tenaga kerja memerlukan kompetensi yang terukur. Oleh karena itu, memiliki sertifikasi kompetensi dapat memperkuat kredibilitas profesional sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu, sertifikasi juga bermanfaat bagi praktisi SDM yang ingin berpindah perusahaan, mengikuti proses promosi jabatan, maupun meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. 

Dapat disimpulkan bahwa program sertifikasi kompetensi HR bukan hanya ditujukan bagi satu kelompok profesi tertentu. Program ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang ingin membangun kompetensi dan memperoleh pengakuan resmi di bidang Human Resources.

Berapa Lama Sertifikasi Berlaku

Masa berlaku sertifikat BNSP

Output dari sertifikasi salah satunya mendapat Sertifikat BNSP untuk tanda bukti atas kompetensi peserta. Secara umum, sertifikat BNSP ini memiliki masa berlaku selama tiga tahun sejak tanggal diterbitkan. Selama periode tersebut, sertifikat dapat digunakan sebagai bukti bahwa pemegangnya telah dinyatakan kompeten berdasarkan standar yang berlaku pada saat proses asesmen dilakukan.

Setelah masa berlaku berakhir, pemegang sertifikat perlu mengikuti resertifikasi atau perpanjangan sertifikasi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki masih relevan dengan perkembangan dunia kerja, perubahan regulasi, maupun pembaruan standar kompetensi yang berlaku.

Resertifikasi juga menjadi bentuk komitmen profesional dalam menjaga kualitas kompetensi. Di tengah perubahan dunia kerja yang terus semakin cepat, membuat profesional HR pun juga dituntut untuk terus memperbarui kemampuan agar dapat beradaptasi dan relevan mengikuti perkembangan regulasi, teknologi, dan praktik pengelolaan agar mampu menjalankan perannya secara optimal dengan kebutuhan organisasi

Oleh karena itu, pemegang sertifikat sebaiknya tidak hanya memperhatikan masa berlaku sertifikasi, tetapi juga terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan selama periode tersebut. Dengan demikian, proses resertifikasi nantinya dapat dijalani dengan lebih optimal sekaligus mendukung pengembangan karier dalam jangka panjang.

Cara Memilih Program Sertifikasi HR yang Tepat

Mengikuti Sertifikasi HRD Nasional merupakan investasi bagi pengembangan karier di bidang Human Resources. Namun, manfaat sertifikasi akan lebih optimal apabila peserta memilih program yang tepat dan diselenggarakan oleh lembaga yang kredibel. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti sertifikasi.

a. Pilih Lembaga yang Kredibel

Salah satu hal terpenting sebelum mengikuti sertifikasi adalah mengecek kredibilitas lembaga penyelenggaranya. Pastikan memilih lembaga pelatihan atau tempat uji kompetensi yang legal, sehingga seluruh kegiatan sertifikasi yang diikuti berstandar dengan kompetensi yang berlaku. 

Penyelenggara yang kredibel tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memastikan seluruh proses asesmen dilakukan sesuai standar kompetensi nasional. Dengan demikian, sertifikat kompetensi yang diperoleh memiliki legalitas yang jelas dan diakui oleh dunia industri. 

Lembaga yang terpercaya juga memastikan bahwa seluruh tahapan sertifikasi yang dilewati berjalan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan lebih aman dan percaya diri.

b. Pastikan Skema Sesuai Kebutuhan

Setiap peserta memiliki tujuan karir yang berbeda, sehingga penting untuk memilih skema sertifikasi yang sesuai dengan posisi atau bidang pekerjaan yang dijalani. Misalnya, bagi peserta yang ingin membangun atau mengembangkan karir sebagai HR Staff, memilih skema sertifikasi yang berfokus pada kompetensi HR Staff akan lebih relevan dibandingkan mengambil skema yang ditujukan untuk level jabatan lain. Dengan memilih skema yang tepat, materi pembelajaran dan proses asesmen akan lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehari-hari.

Selain mempertimbangkan posisi saat ini, peserta juga dapat memilih skema sertifikasi yang mendukung rencana pengembangan karier di masa mendatang sehingga manfaat sertifikasi dapat dirasakan secara lebih maksimal.

c. Cek Fasilitas 

Program sertifikasi yang baik tidak hanya berfokus pada pelaksanaan asesmen, tetapi juga memberikan pendampingan kepada seluruh peserta sebelum mengikuti uji kompetensi. Pendampingan ini membantu peserta memahami skema sertifikasi, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, serta mengenali proses asesmen yang akan dijalani. Dengan adanya bimbingan yang memadai, peserta dapat mengikuti sertifikasi dengan lebih percaya diri.

Di samping itu, pastikan proses asesmen dilakukan oleh asesor kompetensi yang berwenang sesuai ketentuan BNSP. Kehadiran asesor yang profesional akan memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Ikuti Sertifikasi HR Bersama Human Capital University

Memilih program sertifikasi yang tepat bagian dari investasi pengembangan diri. Program yang berkualitas akan membantu peserta mempersiapkan diri sebelum menjalani proses asesmen kompetensi. Oleh karena itu, selain memilih skema yang sesuai, pastikan juga memilih program yang memberikan pembekalan yang memadai sebelum peserta menjalani uji kompetensi.

Program Sertifikasi Human Resources Bersertifikat BNSP di Human Capital University membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi asesmen kompetensi melalui pembelajaran yang terstruktur, aplikatif, dan sesuai dengan praktik kerja di dunia industri. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang aplikatif sesuai kebutuhan perusahaan saat ini.

Selain mendapatkan pembelajaran dari praktisi berpengalaman, peserta juga memperoleh pendampingan sebelum mengikuti asesmen kompetensi. Program ini bekerja sama dengan LSP berlisensi BNSP sehingga peserta yang dinyatakan kompeten berkesempatan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai skema yang diikuti.

Apabila Anda ingin meningkatkan kompetensi, memperkuat kredibilitas profesional, sekaligus mempersiapkan karir di bidang Human Resources, Human Capital University dapat menjadi pilihan untuk memulai perjalanan tersebut. Dengan pembelajaran yang terstruktur dan materi yang mengikuti kebutuhan industri, peserta akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus proses asesmen kompetensi. 

SEDANG BUTUH PROGRAM SERTIFIKASI UNTUK HRD?

Program Sertifikasi HRD BNSP di Human Capital University

KONSULTASI BARENG KAMI, KLIK TAUTAN BERIKUT >> “KONSULTASI SEKARANG”

***

Kontributor: Aisyah Nurul Azizah

Editor: Deny Suryo Pratama

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *